Selasa, 20 Januari 2015

Tulisan Perkembangan Telematika Di Indonesia

(PERKEMBANGAN TELEMATIKA DI INDONESIA)
PERKEMBANGAN TELEMATIKA DI INDONESIA

Di Indonesia, perkembangan telematika masih tertinggal apabila dibandingkan dengan negara lain. Cina misalnya, kini sudah dapat mengungguli Indonesia dalam hal aplikasi komputer dan internet, begitupula Singapura, Malaysia, dan India yang jauh meninggalkan Indonesia. Tampaknya masalah political willpemerintah yang belum serius, serta belum beresnya aturan fundamental adalah penyebab kekurangan tersebut. Contoh nyatanya ialah penutupan situs porno dan situs yang menyajikan film fitnah menyusul dengan disetujuinya Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik pada medio 2007 dan awal tahun 2008, oleh Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo).

Keadaan ini merupakan realitas objektif yang terjadi di Indonesia sekarang, tidak termasuk wilayah yang belum tersentuh teknologi telematika, semisal Indonesia Timur yang masih terbatas pasokan listrik. Amat mungkin, beberapa bagian dari wilayah tersebut belum mengenal telematika.

Di Indonesia, perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat, yaitu:



2. Periode pengenalan
Periode Pengenalan berawal pada tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. Hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan pada tahun yang sama, beroperasi ISP komersil pertama, yaitu INDOnet. Dua tahun keterbukaan informasi ini, salahsatu dampaknya adalah mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televisi swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996. Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televise internasional – tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998. Masa krisis ekonomi ternyata menggairahkan telematika di Indonesia. Sementara itu, kapasitas hardware mengalami peningkatan, ragam teknologi software terus menghasilkan yang baru, dan juga dilanjutkan mulai bergairahnya usaha pelayanan komunikasi (wartel), rental computer, dan warnet (warung internet). Kebutuhan informasi yang cepat dan tanggap dalam menyongsong tahun 2000.

3. Periode aplikasi
Periode Aplikasi Reformasi pada tahun 2000 banyak disalah artikan, gejala yang serba bebas, seakan tanpa aturan. Pembajakan software, Hp illegal, perkembangan teknologi computer, internet, dan alat komunikasi lainnya, dapat dengan mudah diperoleh, bahkan dipinggir jalan atau kios-kios kecil. Tentunya, dengan harga murah. Keterjangkauan secara financial yang ditawarkan, dan gairah dunia digital di era millenium ini, bukan hanya mampu memperkenalkannya kepada masyarakat luas, akan tetapi juga mulai dilaksanakan dan diaplikasikan. Di pihak lain, semuanya itu dapat berlangsung lancar dengan tersedianya sarana transportasi, kota-kota yang saling terhubung, dan industri telematika dalam negeri yang terus berkembang. Awal era millenium pemerintah Indonesia serius menaggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik. Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2001 tentang Pendayagunaan Telematika. Dalam bidang yang sama, khususnya terkait dengan pengaturan dan pelaksanaan mengenai bidang usaha yang bergerak di sector telematika, diatur oleh Direktorat Jendral Aplikasi Telematika (Dirjen Aptel) yang kedudukannya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.

Teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Muatannya yang mencapai 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televisi, dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada café dan kampus tertentu internet dapat diakses dengan mudah dan gratis. Terkait dengan hal tersebut, Depkominfo mencatat bahwa sepanjang tahun 2007 yang lalu, Indonesia telah mengalami pertumbuhan 48% persen terutama di sektor sellular yang mencapai 51% dan FWA yang mencapai 78% dari tahun sebelumnya. Selain itu, tingkat kepemilikan komputer pada masyarakat juga mengalami pertumbuhan sangat signifikan, mencapai 38.5 persen. Sedangkan angka pengguna Internet mencapai jumlah 2 juta pemakai atau naik sebesar 23 persen dibanding tahun 2006. Tahun 2008 ini diharapkan bisa mencapai angka pengguna 2,5 juta.

Perkembangan Telematika di Indonesia mengalami peningkatan, sejalan dengan inovasi teknologi yang terjadi. Prospek ke masa depan, telematika di Indonesia memiliki potensi yang tinggi, baik itu untuk kemajuan bangsa, maupun pemberdayaan sumber daya manusianya. Dukungan politik pemerintah dengan berbagai kebijakannya, harus lebih dapat menggairahkan telematika di Indonesia, dan tentunya industri, serta pengaruh luar negeri mengambil peranan penting disamping ketertarikan masyarakat yang membutuhkannya.

Perkembangan Telematika Sebelum dan Sesudah Internet Muncul

· Peristiwa proklamasi 1945 membawa perubahan yang bagi masyarakat Indonesia, dan sekaligus menempatkannya pada situasi krisis jati diri. Krisis ini terjadi karena Indonesia sebagai sebuah negara belum memiliki perangkat sosial, hukum, dan tradisi yang mapan. Situasi itu menjadi ‘bahan bakar’ bagi upaya-upaya pembangunan karakter bangsa di tahun 50-an dan 60-an. Di awal 70-an, ketika kepemimpinan soeharto, orientasi pembangunan bangsa digeser ke arah ekonomi, sementara proses – proses yang dirintis sejak tahun 50-an belum mencapai tingkat kematangan.
· Dalam latar belakang sosial demikianlah telekomunikasi dan informasi, mulai dari radio, telegrap, dan telepon, televise, satelit telekomunikasi, hingga ke internet dan perangkat multimedia tampil dan berkembang di Indonesia. Perkembangan telematika penulis bagi menjadi 2 masa yaitu masa sebelum atau pra satelit dan masa satelit.
· Di periode pra satelit (sebelum tahun 1976), perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia masih terbatas pada bidang telepon dan radio. Radio Republik Indonesia (RRI) lahir dengan di dorong oleh kebutuhan yang mendesak akan adanya alat perjuangan di masa revolusi kemerdekaan tahun 1945, dengan menggunakan perangkat keras seadanya. Dalam situasi demikian ini para pendiri RRI melangsungkan pertemuan pada tanggal 11 September 1945 untuk merumuskan jati diri keberadaan RRI sebagai sarana komunikasi antara pemerintah dengan rakyat, dan antara rakyat dengan rakyat.Sedangkan telepon pada masa itu tidak terlalu penting sehingga anggaran pemerintah untuk membangun telekomunikasipun masih kecil jumlahnya. Saat itu, telepon dikelola oleh PTT (Perusahaan Telepon dan Telegrap) saja. Sampai pergantian rezim dari Orla ke Orba di tahun 1965, RRI merupakan operator tunggal siaran radio di Indonesia. Setelah itu bermunculan radio – radio siaran swasta. Lima tahun kemudian muncul PPNO. 55 tahun 1970 yang mengatur tentang radio siaran non pemerintah.Periode awal tahun 1960-an merupakan masa suram bagi pertelekomunikasian Indonesia, para ahli teknologi masih menggeluti teknologi sederhana dan “kuno”. Misalnya saja, PTT masih menggunakan sentral-sentral telepon yang manual, teknik radio High Frequency ataupun saluran kawat terbuka (Open Were Lines). Pada masa itu, banyak negara pemberi dana untuk Indonesia – termasuk pendana untuk pengembangan telekomunikasi, menghentikan bantuannya. Hal itu karena semakin memburuknya situasi dan kondisi ekonomi dan politi di Indonesia.
· Tercatat bahwa pada masa 1960-1967, hanya Jerman saja yang masih bersikap setia dan menaruh perhatian besar pada bidang telekomunikasi Indonesia, dan menyediakan dana walau di masa-masa sulit sekalipun. Ketika itu pengembangan telekomunikasi masih difokuskan pada pengadaan sentra telepon, baik untuk komunikasi lokal maupun jarak jauh, dan jaringan kabel. Indonesia saat itu belum memiliki satelit. Sentral telepon beserta perlengkapan hubungan jarak jauh ini diperoleh dari Jerman. Pada saat itu, Indonesia hanya dapat membeli produk yang sama, dari perusahaan yang sama, yakni Perusahaan Jerman. Tidak ada pilihan lain bagi Indonesia.
· Keleluasaan barulah bisa dirasakan setelah di tahun 1967/1968 mengalir pinjaman-pinjaman ke Indonesia, baik bilateral ataupun pinjaman multilateral dari Bank Dunia, melalui pinjaman yang disepakati IGGI. Akan tetapi, pada masa inipun inovasi dalam pemfungsian teknologi telekomunikasi masih belum berkembang dengan baik di negeri ini. Peda dasarnya kita memberi dan memakai perlengkapan seperti switches, cables, carries yang sudah lazim kita pakai sebelumnya.
· Badan penyiaran televisi lahir tahun 1962 sebelum adanya satelit yang semula hanya dimaksudkan sebagai perlengkapan bagi penyelenggara Asian Games IV di Jakarta. Siaran percobaan pertama kali terjadi pada 17 Agustus 1962 yang menyiarkan upacara peringatan kemerdekaan RI dari Istana Merdeka melalui microwave. Dan pada tanggal 24 Agustus 1962, TVRI bisa menyiarkan upacara pembukaan Asian Games, dan tanggal itu dinyatakan sebagai hari jadi TVRI.
· Terdorong oleh inovasi, akhirnya pada tanggal 14 November 1962 untuk pertama kalinya TVRI memberanikan diri melakukan siaran langsung dari studio yang berukuran 9×11 meter dan tanpa akustik yang memadai. Acaranya terbatas, hanya berupa permainan piano tunggal oleh B.J. Supriadi dengan pengaruh acara Alex Leo.
· Lebih setahun setelah siaran pertama, barulah keberadaan TVRI dijelaskan dengan pembentukan Yayasan TVRI melalui Keppres No. 215/1963 tertanggal 20 oktober 1963. Antara lain disebutkan bahwa TVRI menjadi alat hubungan masyarakat (mass communication media) dalam pembangunan mental/spiritual dan fisik daripada Bangsa dan Negara Indonesia serta pembentukan manusia sosialis Indonesia pada khususnya. Sampai tahun 1989, TVRI merupakan operator tunggal di bidang penyiaran televise. Jadi sebelum satelit palapa mengorbit, Indonesia hanya mengenal telekomunikasi yang bersifat terestrial, yakni yang jangkauannya masih dibatasi oleh lautan. Telekomunikasi seperti ini tidak bisa menjangkau pulau-pulau kecuali melalui penggunaan SKKL (Saluran Komunikasi Kabel Laut) yang mahal dan sulit dipergunakan.
· Gagasan tentang peluncuran satelit bagi telekomunikasi domestik di Indonesia bisa ditelusuri asal muasalnya dari sebuah konferensi di Janewa tahun 1971 yang disebut WARCST (World Administrative Radio Confrence on Space Telecomunication).
· Pada konferensi itu di tampilkan pila pameran dari perusahaan raksasa pesawat terbang Hughes. Perusahaan inilah yang mengusulkan ide pemanfaatan satelit bagi kepentingan domestik Indonesia. Hal tersebut disambut oleh Suhardjono yang berlatar belakang militer dan membawa masalah satelit itu sampai ke Presiden RI. Selain pertimbangan kelayakan ekonomi dan teknis, sejarah peluncuran satelit ini juga diwarnai oleh kepentingan politik dimana hubungan antara Indonesia dengan negara- negara lain sudah mulai bersahabat. Di sisi lain, satelit memungkinkan penyebaran luas ideologi negara ke masyarakat luas melalui TV, satelit juga menguntungkan secara ekonomi.
· Komunikasi tentang cara-cara menggali sumber daya alam dapat berlangsung dengan mudah. Ini berlaku untuk kasus tembaga pura (Freeport) dan di Dili. Peluncuran satelit Palapa di Cape Canaveral, Florida, bulan Agustus 1976 pada panel peluncuran terdapat 3 orang Indonesia dan perwakilan dari perusahaan NASA dan Hughes.

· Kejadian ini diresmikan juga melalui pidato kenegaraan oleh presiden Soeharto di Jakarta, tanggal 16 Agustus 1976. ini merupakan satu- satunya proyek teknologi yang mendapat tempat terhormat di gedung Parlemen. Namun peluncuran satelit itu merupakan kebijakan nasional yang gagasan awalnya dicetuskan oleh pemerintah. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa Indonesia pernah mengalami ancaman perpecahan. Untuk mempersatukan tanah air yang sangat luas ini diperlukan sarana perhubungan yang mencakup seluruh wilayah nusantara. Proses kelahiran satelit ini hanya melibatkan sedikit teknokrat dan teknolog yang berpihak pada kepentingan Orba.

Trend Telematika Kedepan
Seiring berkembangnya kemajuan teknologi yang semakin pesat, mengharuskan masyarakat untuk bisa mengikuti perkembangan teknologi yang telah ada. Mengenai trend ke depan Telematika, itu merupakan kebebasan individu untuk mengembangkan dan menjadikannya sebagai suatu trend (walau sesaat) di dalam masyrakat. Yang pasti dalam proses perkembangannya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan tidak melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat. Sehingga tidak merugikan pihak lain dan tidak menguntungkan diri sendiri (egois). Sehingga trend ke depan telematika dapat menjadi suatu trend yang dapat diterima dan dinikmati oleh seluruh masyarakat, baik dari kalangan atas maupun dari kalangan bawah.

Sumber:
 http://id.wikipedia.org/wiki/Telematika
http://aprilliarad.blogspot.com/2014/10/tulisan-perkembangan-telematika-di.html
http://davidsupernatanailg.blogspot.com/2015/01/perkembangan-telematika-tulisan.html


Kamis, 01 Januari 2015

tulisan dengan tema "indonesiaku "

Memang manis manis gula gula
Begitu juga negeri kita tercinta
Banyak suku suku dan budaya
Ada Jawa Sumatera sampai Papua


Semuanya ada di sini
Hidup rukun damai berseri seri

Ragam umat umat agamanya
Ada Islam ada Kristen Hindu Buddha

Semuanya ada di sini
Bersatu di Bhinneka Tunggal Ika

Indonesia negara kita tercinta
Kita semua wajib menjaganya
Jangan sampai kita terpecah belah
Oleh pihak lainnya

Pancasila dasar negara kita
Dengan UUD empat limanya

Jangan sampai kita diadu domba
Oleh bangsa lainnya

Senin, 05 Mei 2014

Sosok Ponsel Android Sony Xperia G Dengan Panel Layar 4.8 Inci Beredar Di Dunia Maya


Jelang keikutsertaannya di ajang Mobile World Congress 2014 mendatang, Sony Mobile tampaknya akan memperkenalkan lebih dari satu smartphone Android andalan terbarunya.
Setelah Sony Sirius hampir pasti akan diumumkan di Barcelona akhir bulan ini, kini kabarnya giliran salah satu smartphone andalan Sony terbaru lainnya yang dikenal sebagai Sony Xperia G telah muncul secara online baru-baru ini. Dan apabila dilihat dari penampakan yang ada, kehadiran smartphone tersebut tampaknya kali ini cenderung lebih ditujukan ke arah debutnya di ajang MWC 2014 mendatang.
Menurut Vizileaks, smartphone Sony Xperia G ini bakal hadir dengan panel layar 4.8 inci, RAM 1GB, penyimpanan internal 8GB, dan kamera belakang 8MP. Sebagai salah satu perangkat mid-range besutan Sony Mobile yang akan rilis di tahun 2014 ini, keberadaan handset Xperia G disebut-sebut bakal menggantikan keberadaan model handset Xperia L sebelumnya.
Meskipun tak banyak rincian yang dapat diperoleh dari bocoran Xperia G kali ini, tapi handset tersebut bakal dipastikan memiliki desain Sony Omnibalance berikutnya.

Referensi: http://www.beritateknologi.com/sosok-ponsel-android-sony-xperia-g-dengan-panel-layar-4-8-inci-beredar-di-dunia-maya/

Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas karena Penggunaan Handphone di Jepang Mengalami Peningkatan

 

Penggunaan handphone pada saat berkendara mempunyai risiko yang tinggi. Fenomena penggunaan perangkat mobile pada saat berkendara ini pun terjadi hampir di seluruh dunia, termasuk Jepang yang dikenal sebagai salah satu negara maju di Asia dan dunia. Bahkan menurut data dari Departemen Pemadam Kebakaran Tokyo, tingkat kecelakaan akibat penggunaan handphone terus mengalami peningkatan.
Mereka pun baru saja mengungkapkan data kecelakaan pada tahun 2013 terkait penggunaan handphone dengan jumlah sebanyak 36 kasus. Angka ini pun meningkat sebanyak 23 kasus dibandingkan pada tahun 2010. Dalam laporan yang dikutip dari Ubergizmo, handphone pun menjadi sumber penyebab kecelakaan. Kecelakaan terkait penggunaan handphone pun biasanya terjadi pada mereka yang berusia 20 hingga 40 tahun. Kebanyakan korban kecelakaan terkait penggunaan handphone ini biasanya mengalami luka yang ringan. Namun ada beberapa kasus di antaranya yang mengakibatkan cidera berat dan bahkan kematian.
Di Indonesia, kasus kecelakaan yang terjadi akibat penggunaan handphone pun banyak terjadi. Yang paling sering kecelakaan terjadi di jalan raya, pada saat pengguna mobil dan sepeda motor yang punya kebiasaan untuk menggunakan handphone pada saat berkendara. Dan ada pula kecelakaan di mana seorang pejalan kaki yang tertabrak KRL di Jakarta karena pada saat itu dia mendengarkan musik melalui headphone.

Referensi : http://www.beritateknologi.com/tingkat-kecelakaan-lalu-lintas-karena-penggunaan-handphone-di-jepang-mengalami-peningkatan/

Apple Berhasil Mengakuisisi Perusahaan yang Mempunyai Teknologi Layar Hemat Energi

Produk iPhone milik Apple terbaru mendatang kemungkinan bakal hadir dengan daya konsumsi baterai yang sangat hemat. Hal ini karena perusahaan yang kini dipimpin oleh Tim Cook tersebut telah berhasil mengakuisisi sebuah perusahaan bernama LuxVue yang kabarnya telah mengembangkan sebuah teknologi layar dengan tingkat efisiensi tenaga yang tinggi.

Belum ada informasi lebih mendetail mengenai proses akuisisi terbaru Apple ini. Terlebih mengenai biaya yang harus dikeluarkan oleh Apple dalam proses akuisisi ini. Namun kedua perusahaan dikabarkan telah menyelesaikan semua proses negosiasi yang dilakukan dan mencapai kata sepakat. Selanjutnya, LuxVue akan menjadi salah satu bagian dari inovasi hardware milik Apple.
Teknologi layar hemat energi milik LuxVue ini pun kemungkinan tak hanya akan dipakai pada perangkat smartphone. Bisa saja mereka bakal menggunakannya untuk produk iWatch, jam tangan pintar yang kabarnya bakal diluncurkan oleh Apple. Terlebih sebelumnya juga sempat muncul kabar kalau Google pernah menyatakan ketertarikannya dengan teknologi layar milik LuxVue yang bakal diaplikasikan pada versi mendatang dari Google Glass.

Referensi : http://www.beritateknologi.com/apple-berhasil-mengakuisisi-perusahaan-yang-mempunyai-teknologi-layar-hemat-energi/

Oppo Smart, Lensa untuk Smartphone Berkemampuan 10x Optical Zoom Pesaing Sony QX

Persaingan di segmen handphone kamera nampaknya kian meruncing. Tak hanya pada perangkat smartphone kamera, melainkan juga melibatkan aksesoris pendukung. Salah satunya adalah lensa yang ditujukan untuk smartphone.
Dan kini, perusahaan asal Cina, Oppo pun berusaha untuk menyaingi lensa QX milik Sony. Mereka baru saja memamerkan produk lensa untuk smartphone miliknya yang disebut dengan nama Oppo Smart Lens pada jejaring sosial Cina Weibo.

Lensa ini akan terhubung secara wireless dengan smartphone, mirip dengan kemampuan yang dipunyai oleh lensa Sony. Selanjutnya, lensa ini juga menawarkan kemampuan optical zoom hingga 10x. Untuk memasangkan lensa ini pun bisa memanfaatkan fitur NFC.
Belum ada informasi kapan lensa untuk kamera ini akan secara resmi diperkenalkan oleh pihak Oppo. Pun halnya mengenai fitur lengkapnya. Namun dengan adanya lensa ini, maka zaman di mana kemampuan sebuah smartphone bisa menyaingi hasil dari kamera DSLR pun kian mendekat.

Referensi : http://www.beritateknologi.com/oppo-smart-lensa-untuk-smartphone-berkemampuan-10x-optical-zoom-pesaing-sony-qx/


Sony Evolution UI, Tampilan Smartphone yang bisa Berevolusi Menyesuaikan dengan Prilaku Penggunanya

Teori evolusi pertama kali diperkenalkan oleh Darwin yang berpendapat bahwa manusia berasal dari kera. Namun kini tak hanya makhluk hidup yang bisa melakukan evolusi. User interface sebuah smartphone pun turut bisa berevolusi sesuai dengan kebutuhan dan prilaku penggunanya.
Hal inilah yang ditawarkan oleh Sony dengan meluncurkan sebuah user interface bernama Evolution UI. Sesuai dengan namanya, UI tersebut pun bisa melakukan perubahan seiring dengan waktu. Jadi, Anda pun tidak akan bosan dengan fitur yang ada di dalamnya.
Pihak Sony mengatakan bahwa pada saat pertama kali digunakan, EvolutionUI hanya hadir dengan fitur-fitur yang sangat mendasar. UI ini pun sebenarnya mempunyai fitur-fitur canggih lainnya, namun keberadaannya disembunyikan sampai penggunanya cukup siap untuk memakainya.
Semakin sering UI tersebut dipakai, maka semakin cepat pula UI ini menampilkan fitur-fitur tersembunyinya. Bisa dibilang UI terbaru milik Sony ini mirip dengan sebuah game, semakin sering dimainkan maka karakter utama pun bisa mendapatkan item lebih bagus.
Di UI ini, para penggunanya bisa mendapatkan fitur baru jika sudah mencapai ‘achievement’ tertentu. Bahkan pengguna UI ini pun bisa melihat sejauh mana ‘achievement’ yang telah dicapainya dengan menggunakan sebuah aplikasi.
Namun UI ini masih belum secara resmi diluncurkan oleh pihak Sony. Mereka pun masih terus melakukan pengembangan EvolutionUI ini. Kalau Anda penasaran dengan kemampuannya, bisa melihat pada video di atas.