Minggu, 19 April 2015

Pengertian COCOMO

COCOMO (Constructive Cost Model)
Pengertian COCOMO

COCOMO adalah sebuah model yang didesain oleh Barry Boehm untuk memperoleh perkiraan dari jumlah orang-bulan yang diperlukan untuk mengembangkan suatu produk perangkat lunak. Satu hasil observasi yang paling penting dalam model ini adalah bahwa motivasi dari tiap orang yang terlibat ditempatkan sebagai titik berat. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan dan kerja sama tim merupakan sesuatu yang penting, namun demikian poin pada bagian ini sering diabaikan.


Jenis-jenis COCOMO terdiri dari 3 jenis yaitu :

1. Model COCOMO Dasar
Model COCOMO dapat diaplikasikan dalam tiga tingkatan kelas meliputi :
    1. Proyek organik (organic mode) Adalah proyek dengan ukuran relatif kecil, dengan anggota tim yang sudah berpengalaman, dan mampu bekerja pada permintaan yang relatif fleksibel.
    2. Proyek sedang (semi-detached mode) Merupakan proyek yang memiliki ukuran dan tingkat kerumitan yang sedang, dan tiap anggota tim memiliki tingkat keahlian yang berbeda.
    3. Proyek terintegrasi (embedded mode) Proyek yang dibangun dengan spesifikasi dan operasi yang ketat.

Model COCOMO dasar ditunjukkan dalam persamaan 1, 2, dan 3 berikut ini:




Dimana :
E : besarnya usaha (orang-bulan)
D : lama waktu pengerjaan (bulan)
KLOC : estimasi jumlah baris kode (ribuan)
P : jumlah orang yang diperlukan.

Sedangkan koefisien ab, bb, cb, dan db diberikan pada Tabel 1 berikut:

Tabel 1 . Koefisien Model COCOMO Dasar




2. Model COCOMO Lanjut (Intermediate COCOMO)

Pengembangan model COCOMO adalah dengan menambahkan atribut yang dapat menentukan jumlah biaya dan tenaga dalam pengembangan perangkat lunak, yang dijabarkan dalam kategori dan subkatagori sebagai berikut:
a. Atribut produk (product attributes)
1. Reliabilitas perangkat lunak yang diperlukan (RELY)
2. Ukuran basis data aplikasi (DATA)
3. Kompleksitas produk (CPLX)

b. Atribut perangkat keras (computer attributes)
1. Waktu eksekusi program ketika dijalankan (TIME)
2. Memori yang dipakai (STOR)
3. Kecepatan mesin virtual (VIRT)
4. Waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi perintah (TURN)

c. Atribut sumber daya manusia (personnel attributes)
1. Kemampuan analisis (ACAP)
2. Kemampuan ahli perangkat lunak (PCAP)
3. Pengalaman membuat aplikasi (AEXP)
4. Pengalaman penggunaan mesin virtual (VEXP)
5.Pengalaman dalam menggunakan bahasa pemrograman (LEXP)

d. Atribut proyek (project attributes)
1. Penggunaan sistem pemrograman modern(MODP)
2. Penggunaan perangkat lunak (TOOL)
3. Jadwal pengembangan yang diperlukan (SCED)

Masing-masing subkatagori diberi bobot seperti dalam tabel 2 dan kemudian dikalikan.




Dari pengembangan ini diperoleh persamaan:




Dimana :
E : besarnya usaha (orang-bulan)
KLOC : estimasi jumlah baris kode (ribuan)
EAF : faktor hasil penghitungan dari sub-katagori di atas.

Koefisien ai dan eksponen bi diberikan pada tabel berikut.

Tabel 3. Koefisien Model COCOMO Lanjut




3. Model COCOMO II (Complete atau Detailed COCOMO model)

Model COCOMO II, pada awal desainnya terdiri dari 7 bobot pengali yang relevan dan kemudian menjadi 16 yang dapat digunakan pada arsitektur terbarunya.

Tabel 4. COCOMO II Early Design Effort Multipliers



Tabel 5. COCOMO II Post Architecture Effort Multipliers



Sama seperti COCOMO Intermediate (COCOMO81), masing-masing sub katagori bisa digunakan untuk aplikasi tertentu pada kondisi very low, low, manual, nominal, high maupun very high. Masing-masing kondisi memiliki nilai bobot tertentu. Nilai yang lebih besar dari 1 menunjukkan usaha pengembangan yang meningkat, sedangkan nilai di bawah 1 menyebabkan usaha yang menurun. Kondisi Laju nominal (1) berarti bobot pengali tidak berpengaruh pada estimasi. Maksud dari bobot yang digunakan dalam COCOMO II, harus dimasukkan dan direfisikan di kemudian hari sebagai detail dari proyek aktual yang ditambahkan dalam database.

Referensi :
http://dwiyuliani-dwiyuliani.blogspot.com/2011/04/cocomo.html

Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Software Open Source dalam Membuat Aplikasi

Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Software Open Source dalam Membuat Aplikasi

         Karena software yang didukung oleh open source merupakan sistem yang mendistribusikan perangkat lunak kepada pengguna dengan memberikan program dan source code secara gratis. Tetapi kita juga bisa mengembangkan open source tersebut sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita, tentunya kebebasan itu tetap bertumpu pada etika dan peraturan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Fitur-fitur utama dari karakteristik open source adalah kebebasan user untuk:
        - Menggunakan software sesuai keinginannya.
        - Memiliki software yang tersedia sesuai kebutuhan.
        - Mendistribusikan software kepada user lainnya.

         Kebebasan yang tak terbatas bagi tiap orang untuk mengakses kode program merupakan pedang bermata dua bagi software itu sendiri. Hal ini disebabkan karena kebebasan ini memberikan informasi tentang kelemahan software. Kemudian, yang terjadi adalah eksploitasi kelemahannya. Para hacker akan menggunakan kelemahan ini untuk melakukan hal-hal yang dapat merugikan pengguna software tersebut. Akibatnya akan lebih buruk jika software tersebut merupakan software yang vital bagi pengguna karena akan memungkinkan terjadinya penipuan, pencurian identitas, pencurian informasi, dan sebagainya.

Apa manfaat yang kita dapatkan dengan menggunakan Open Source ?
Ada banyak manfaat positif yang bisa kita peroleh dengan menggunakan Open Source, diantaranya :
Kreativitas : Dengan Open Source kita bisa mempelajari cara kerja suatu perangkat lunak, memodifikasinya, bahkan membuat produk baru dari sumber yang ada.
Kemandirian : Kita tidak perlu lagi tergantung pada suatu produk tertentu, bahkan dengan Open Source kita bisa membuat produk yang sekelas dengan perusahaan berskala raksasa seperti Microsoft.
Penghematan :
Hemat Waktu : Berapa banyak waktu yang kita sia-siakan untuk berurusan dengan virus komputer di sistem closed source (baca : Windows) ? Dengan menggunakan sistem operasi Open Source seperti 3D OS kita tidak perlu membuang waktu lagi berurusan dengan virus komputer.
Hemat Biaya : Berapa banyak biaya yang perlu kita keluarkan untuk pembelian suatu produk proprietary seperti Windows, Photoshop, MS Office dan lain-lainnya ?
Hemat Devisa : Berapa banyak devisa negara yang harus lari keluar negeri jika kita terus menggunakan produk proprietary ?
Mengurangi Tingkat Pembajakan : Open Source memungkinkan kita untuk tidak lagi menggunakan milik orang lain secara tidak sah atau dengan kata lain kita tidak perlu lagi menjadi pencuri. Selain mengurangi tingkat pembajakan, secara otomatis dosa-dosa kita juga ikut berkurang.
Meningkatkan Citra Negara : Tahukah Anda bahwa pembajakan menjadikan citra negara menurun ? Dan ini secara tidak langsung membawa akibat buruk pada hubungan dagang dengan luar negeri. Dan repotnya, di tahun 2009 ini Indonesia kembali masuk dalam daftar Priority Watch List.
Banyaknya tenaga (SDM) untuk mengerjakan proyek, proyek open source biasanya menarik banyak developer, misalnya pengembangan web server Apache menarik ribuan orang untuk ikut mengembangkan dan memantau.
Mencegah kesalahan (bugs atau error) lebih cepat ditemukan dan diperbaiki, hal ini dikarenakan jumlah developernya sangat banyak dan tidak dibatasi. Visual inspection (eye-balling) merupakan salah satu metodologi pencarian bugs yang paling efektif. Selain itu, source code yang tersedia membuat setiap orang dapat mengusulkan perbaikan tanpa harus menunggu dari vendor.
Kualitas produk lebih terjamin, hal ini dikarenakan evaluasi dapat dilakukan oleh banyak orang sehingga kualitas produk dapat lebih baik. Namun, hal ini hanya berlaku untuk produk open source yang ramai dikembangkan orang. Tidak selamanya open source dikembangkan oleh banyak orang, karena bisa juga dilakukan oleh individual.



Selain membawa manfaat, tentu saja Open Source juga mempunyai kekurangan, diantaranya:
Kurangnya dukungan vendor : Harus diakui, masih cukup banyak vendor baik Hardware, Software, ataupun game yang belum memberikan dukungan penuh pada Open Source. Dan hal ini tentu saja cukup menghambat perkembangan Open Source.
Kurangnya dukungan support : Karena belum cukup memasyarakat, maka dukungan support juga masih cukup sulit untuk ditemukan. Support untuk Open Source selama ini masih banyak bergantung pada Internet (Google). Sehingga cukup menyulitkan mereka yang tidak mempunyai akses penuh pada Internet.
Kurangnya dukungan bisnis : Pandangan bahwa Open Source adalah gratis dan tidak bisa membawa manfaat bisnis sangat menghambat para pebisnis yang akan terjun di Open Source. Kurangnya dukungan dari pebisnis ini membuat Open Source tidak bisa mempromosikan dirinya secara baik dan ini secara tidak langsung membuat pengenalan Open Source menjadi lebih lambat.
Kurangnya promosi : Masih banyak orang yang beranggapan Open Source susah untuk dipergunakan, padahal perkembangan Open Source belakangan ini sudah cukup pesat dan bahkan dalam beberapa hal terkadang mampu menggungguli produk closed source. Kesalahpahaman ini bisa terjadi karena kurangnya promosi akan Open Source.
Kurangnya SDM yang dapat memanfaatkan open source, ketersediaan source code yang diberikan dapat menjadi sia-sia, jika SDM yang ada tidak dapat menggunakannya. SDM yang ada ternyata hanya mampu menggunakan produk saja, Jika demikian, maka tidak ada bedanya produk open source dan yang propriertary dan tertutup.
Tidak adanya proteksi terhadap HaKI, kebanyakan orang masih menganggap bahwa open source merupakan aset yang harus dijaga kerahasiannya. Hal ini dikaitkan dengan besarnya usaha yang sudah dikeluarkan untuk membuat produk tersebut. Karena sifatnya dapat diabuse oleh orang-orang untuk mencuri ide dan karya orang lain.
Open Source digunakan secara sharing, dapat menimbulkan resiko kurangnya diferensiasi antara satu software dengan yang lain, apabila kebetulan menggunakan beberapa open Source yang sama.      

Referensi :
[1]   http://linux.blog.gunadarma.ac.id/2012/12/27/1997/

[2]   http://eziekim.wordpress.com/2012/04/01/alasan-menggunakan-software-open-source-kelebihan-dan-kekurangannya/

Minggu, 29 Maret 2015

                                                    BAB III
                                              PEMBAHASAN


3.1 Gambaran Umum Aplikasi

Aplikasi Pemesanan Menu pada Pipu Steak adalah suatu aplikasi yang berguna untuk  mempermudah pelayan dalam mencatat pesanan setiap pelanggan yang akan memesan makanan di Pipu Steak. Aplikasi ini berbasis client-server, dimana web sebagai servernya untuk menyimpan data-data pesanan pelanggan. Sedangkan untuk sisi client merupakan pelayan, dalam hal ini adalah pegawai yang menggunakan aplikasi Pipu Steak yang berjalan pada platform Android. 
Dalam pembuatan aplikasi ini, pada mobile menggunakan Jquery Mobile yang merupakan gabungan dari bahasa pemograman Javascript, CSS, dan HTML, sedangkan pada administrator menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL menggunakan XAMPP sebagai database pada server. Selain itu, pembuatan aplikasi ini menggunakan beberapa aplikasi pendukung seperti Macromedia Dreamweaver, Eclipse, Adobe Photoshop.

3.2 Metode Pembuatan Aplikasi

Tahap analisis system tahapan awal dalam metode pengembangan waterfall. Tugas yang paling penting dalam tahap ini adalah proses menemukan masalah dan menghasilkan alternative pemecahan masalah serta diharapkan dapat memahami sistem yang guna menentukan kebutuhan pemakai dan hambatan pada Pipu Steak bila mengalami kesulitan dalam melakukan transaksi pemesanan makanan hingga pembayaran.
            Kami, akan melakukan analisis  terhadap  sistem  yang  sedang  berjalan  melalui  observasi langsung di Pipu Steak dan juga wawancara kepada   pemilik beserta pegawai restoran untuk mengetahui kondisi dan prosedur yang berlaku disana. Analisis terhadap hasil dari observasi dengan mengambil kesimpulan dari data-data hasil observasi dan wawancara yang nantinya akan di lanjutkan dengan Metode pembuatan aplikasi ini, yaitu menggunakan metodologi (System Development Life Cycle) Waterfall (Pressman) dengan tahapan :

1. Rekayasa Sistem (System Engineering) 
Pada tahap ini bertujuan untuk menentukan konsep serta ide dalam perancangan sistem aplikasi yang akan dibuat.

2. Analisa Kebutuhan Piranti Lunak (Software Requirement Analysis) 
Pada tahap ini bertujuan untuk menganalisa kebutuhan software yang diperlukan dalam membangun suatu aplikasi pemesanan. Selain itu analisa kebutuhan dilakukan dengan wawancara langsung terhadap pemilik restoran serta kuisoner terhadap pelanggan restoran.

3. Perancangan (Design) 
Pada tahap ini dilakukan perancangan-perancangan aplikasi yang meliputi pembuatan :
Pembuatan Diagram diagram UML yang menggambarkan sistem aplikasi ini
Pembuatan Entity Relationship Diagram
Pembuatan Hierarki Menu
Pembuatan Perancangan Aplikasi

4. Pengkodean (Coding) 
Pada tahap ini merupakan proses penulisan bahasa program agar aplikasi tersebut dapat dijalankan 

5. Pengujian (Testing) 
Pada tahap ini bertujuan untuk menguji kelayakan aplikasi yang telah dihasilkan serta mencari kesalahan yang mungkin terjadi.
Testing dilakukan dengan beberapa cara yaitu : 
1. Testing untuk menguji fungsional aplikasi
2. Testing performance dengan mengukur rentang waktu rata–rata pengiriman data dari server ke client dan sebaliknya dari aplikasi. 
Evaluasi IMK dengan menggunakan kuisioner untuk menguji seberapa mudah aplikasi dapat digunakan oleh user dan juga menganalisis tampilan user interface.

Rabu, 18 Maret 2015

TUGAS

UU ITE dan Hubungannya Dengan Etika dan Profesionalisme TSI

UU ITE adalah hukum yang mengatur pengguna informasi dan transaksi elektronik yang dilakukan dengan menggunakan media elektronik. Undang Undang ITE ini dibuat pada tahun 2008 dan ini adalah undang-undang cyber pertama yang dimiliki Indonesia, untuk mengatur maupun memfasilitasi penggunaan dan transaksi informasi dan transaksi elektronik yang banyak digunakan saat ini. UU ITE ini juga digunakan untuk melindungi pihak pihak yang ada di dalam maupun berkaitan dalam Informasi dan Transaksi Elektronik ini. Dalam kata lain UU ITE ini dibuat untuk mencegah dan mengontrol penyimpangan penyimpangan yang mungkin dan dapat terjadi di dalam proses ITE tersebut.


Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik mengatur berbagai perlindungan hukum atas kegiatan yang memanfaatkan internet sebagai medianya, baik transaksi maupun pemanfaatan informasinya. Pada UU ITE ini juga diatur berbagai ancaman hukuman bagi kejahatan melalui internet. UU ITE mengakomodir kebutuhan para pelaku bisnis di internet dan masyarakat pada umumnya guna mendapatkan kepastian hukum, dengan diakuinya bukti elektronik dan tanda tangan digital sebagai bukti yang sah di pengadilan.


Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE terdiri dari 13 bab dan 54 pasal ;

Bab 1 – Tentang Ketentuan Umum, terdapat 2 pasal didalamnya.

Yang menjelaskan istilah–istilah teknologi informasi menurut undang-undang informasi dan transaksi elektronik.

Bab 2 – Tentang Asas Dan Tujuan, terdapat 2 pasal didalamnya.

Yang menjelaskan tentang landasan pikiran dan tujuan pemanfaatan teknologi informasi dan transaksi elektronik.

Bab 3 – Tentang Informasi, Dokumen, Dan Tanda Tangan Elektronik, terdapat 8 pasal didalamnya

Yang menjelaskan sahnya secara hukum penggunaan dokumen dan tanda tangan elektronik sebagai mana dokumen atau surat berharga lainnya.

Bab 4 – Tentang Penyelenggaraa Sertifikasi Elektronik Dan Sistem Elektronik, terdapat 4 pasal didalamnya.

Yang menjelaskan tentang individu atau lembaga yang berhak mengeluarkan sertifikasi elektronik dan mengatur ketentuan yang harus di lakukan bagi penyelenggara sistem elektronik.

Bab 5 –  Tentang Transaksi Elektronik, terdapat 6 pasal didalamnya.

Berisi tentang tata cara penyelenggaraan transaksi elektronik.

Bab 6 – Tentang Nama Domain, Hak Kekayaan Intelektual, Dan Perlindungan Hak Pribadi, terdapat 4 pasal didalamnya.

Menjelaskan tentang tata cara kepemilikan dan penggunaan nama domain, perlindungan HAKI, dan perlindungan data yang bersifat privacy.

Bab 7 – Tentang Perbuatan Yang Dilarang, terdapat 11 pasal didalamnya.

Menjelaskan tentang pendistribusian dan mentransmisikan informasi elektronik secara sengaja atau tanpa hak yang didalamnya memiliki muatan yang dilarang oleh hukum.

Bab 8 – Tentang Penyelesaian Sengketa, terdapat 2 pasal didalamnya.
Menjelaskan tentang pengajuan gugatan terhadap pihak pengguna teknologi informasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bab 9 – Tentang Peran Pemerintah Dan Peran Masyarakat, terdapat 2 pasal didalamnya.

Menjelaskan tentang peran serta pemerintah dan masyarakat dalam melindungi dan memanfaatkan teknologi informasi dan transaksi elektronik.

Bab 10 – Tentang Penyidikan, terdapat 3 pasal didalamnya
Bab ini mengatur tata cara penyidikan tindak pidana yang melanggar Undang-Undang ITE sekaligus menentukan pihak-pihak yang berhak melakukan penyidikan.

Bab 11 –  Tentang Ketentuan Pidana, terdapat 8 pasal didalamnya.

Berisi sanksi-sanksi bagi pelanggar Undang-Undag ITE.

Bab 12 – Tentang Ketentuan Peralihan, terdapat 1 pasal didalamnya

Menginformasikan bahwa segala peraturan lainnya dinyatakan berlaku selama tidak bertentangan dengan UU ITE.

Bab 13 – Tentang Ketentuan Penutup, terdapat 1 pasal didalamnya

Berisi tentang pemberlakuan undang-undang ini sejak ditanda tangani presiden.

Untuk selengkapnya klik disini untuk melihat keseluruhan UU ITE

Setelah mengetahui undang-undang tentang ITE, adakah hubungannya dengan etika dan profesionalisme TSI ?

Jadi hubungannya dengan undang – undang ITE dengan etika & profesionalisme TSI adalah norma – norma atau tingkah laku manusia yang baik maupun buruk serta bagaimana manusia tersebut menempatkan dirinya untuk bersikap terhadap pekerjaannya akan menunjang dengan sebagaimana yang telah tercantum dalam undang – undang. Semua yang di lakukan oleh manusia tersebut dalam pekerjaannya terlebih mengenai teknologi informasi maka ada aturan – aturan yang semestinya manusia itu patuhi dan tidak melanggar aturan tsb.

Sumber :
www.kemenag.go.id/file/dokumen/UU1108.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/Undang-undang_Informasi_dan_Transaksi_Elektronik
http://ryferdinand.blogspot.com/2015/03/uu-ite-dan-hubungannya-dengan-etika-dan.html
TULISAN

1.Carilah mengenai faham aliran gimana menilai itu baik / buruk

a. Ajaran Agama Islam

Salafiyah/Salafisme (Arab: السلفية as-Salafiyyah) adalah salah satu metode dalam agama Islam yang mengajarkan syariat Islam secara murni tanpa adanya tambahan dan pengurangan, berdasarkan syariat yang ada pada generasi Muhammad dan para sahabat, setelah mereka dan orang-orang setelahnya.
Jadi di maksudkan ajaran agama islam mempunyai perintah dan juga larangan sebagai mana dalam kitab suci yang di jadikan pedoman oleh masyarakat muslim yaitu Al-Qur’an dan juga sunnah. Maka dari itu sisi positifnya ajaran agama islam banyak membantu dalam kehidupan. Contohnya :
•       Perintah berpuasa yang wajib untuk setiap orang yang menganut agama islam dalam bulan suci ramadhan. Puasa dapat membantu sistem kerja dalam tubuh karena baik untuk kesehatan. Terlebih sekarang puasa juga di minati oleh non muslim karena pada dasarnya puasa itu lebih baik daripada diet yang di lakukan oleh orang kebanyakan.

•       Perintah untuk shalat 5 waktu memang itu di wajibkan sebagaimana sesuai dengan pedoman yang ada di dalam AL-Qur’an. Namun shalat itu baik dari segi gerakan yang ada dalam shalat. Karena setiap gerakan shalat dapat membuat badan senantiasa bergerak sesuai dengan porsinya. Dalam shalat pun kita seperti melakukan gerakan olah raga dan sangat baik juga untuk kesehatan.

•       Larangan yang di terapkan oleh agama islam juga mendapatkan dampak positif. Misalkan seorang muslim sangat di larang haram mengkonsumsi daging babi maupun obat – obatan terlarang. Karena mengkonsumsi daging babi dapat menyebabkan banyaknnya penyakit yang akan bersarang pada tubuh, selain itu mengkonsumsi obat – obatan terlarang juga dapat menumbuhkan penyakit yang sangat mempunyai efek untuk jangka panjangnya bahkan dapat menyebabkan kematian.

•       Dampak negatifnya yaitu sekarang agama islam banyak sekali alirannya. Entah aliran yang bersifat kebaikan maupun keburukan. Pada dasarnya harusnya kita sebagai penganut agama islam harus menciptakan pandangan seorang non muslim terhadap muslim sangatlah baik. Namun ada beberapa pihak yang membuat citra agam islampun menjadi negative yaitu di mulainya dahulu dari bom bunuh diri yang di lakukan oleh masyarakat muslim yang juga melukai beberapa masyarakat non muslim.

b. Adat Kebiasaan

adat merupakan kebiasaan baik maupun buruk yang tercantum dalam kitab daerah masing – masing yang di percayainya. Contohnya untuk adat sunda yang berlogat halus dalam berkata, kalaupun orang sunda berbicara kasar namun memakai logat atau bahasa sunda yang halus.
Sisi kebaikan dari adat sunda yaitu di ambil contoh dari penggunaan bahasa yang halus. Adat tersebut dapat sekaligus mengajarkan sopan santu dalam berbicara terutama untuk orang tua maupun teman sebaya.
Sisi keburukan dari adat sunda yang di ambil dari logatnya yaitu ada beberapa yang mengatakan berbahasa sunda itu ada 2 versi yaitu, versi bahasa kasar dan juga versi bahasa halus. Sesuai dengan lingkungan dimana seseorang itu berada orang sunda punya versinya tersendiri. Namun karena itu masih banyak yang belum mengetahui bagaimana cara penggunaan bahasa sunda yang baik dan halus. Dan karena seseorang itu tidak tau maka ia berbicara sesuai dengan pengetahuannya yaitu tanpa di sadari menggunakan bahasa adat sunda yang kasar dan dengan begitu dapat menyebabkan banyak kesalah pahaman.

c. Paham Kebahagiaan ( Hedonisme)

Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan.  Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia. Terdapat tiga sekolah pemikiran dalam hedonis yakni Cyrenaics,Epikureanisme, dan Utilitarianisme.
Contoh sisi positif hedonisme yaitu dapat menjadikan seseorang itu terlihat percaya diri karena ia berhasil membuat dirinya terlihat seperti apa yang ia inginkan, dengan ia menyenangkan dirinya sendiri dengan memakaikan dirinya dengan barang – barang yang ia inginkan.
Lalu contog sisi negatifnya yaitu dengan begitu manusia dapat terlihat seperti boros dengan cara menghamburkan uang untuk hal yang sifatnya tidak penting dan hanya untuk kesenangan semata.
d. Paham Bisikan Hati ( intuisi)
yaitu paham yang berkaitan dengan perasaan setiap manusia untuk melakukan sesuatu hal. Paham ini akan berkaitan dengan pemikiran dan juga hati atau perasaan.
Contoh sisi positivnya yaitu banyak yang bilang kalau bisikan hati itu jauh lebih benar di bandingkan dengan opini yang di lontarkan oleh orang lain. Kebanyak orang yang merasa bingung akan sesuatu pasti akan meminta pendapat orang lain untuk keperluannya. Dalam hal itu hanya untuk pertimbangan tetapi hasil akhirnya tetap mengikuti kata hatinya.
Contoh sisi negatifnya yaitu kata hati dapat bersifat benar maupun tidak.

e. Paham Pragmatisme

Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Dengan demikian, bukan kebenaran objektif dari pengetahuan yang penting melainkan bagaimana kegunaan praktis dari pengetahuan kepada individu-individu.
Contoh sisi postif untuk paham pragmatism misalnya :
•                     kamu sekolah ya supaya pintar, nanti sudah lulus cari uang yang banyak biar jadi orang sukses
•                     kalau kerja ya supaya dapat banyak uang biar kaya
•                     mengasuh anak ya yang penting cukupi saja semua kebutuhannya, sampai nanti dia mandiri, bisa kerja dan jadi sukses
namun contoh sisi negatifnya yaitu suatu kebenarannya belum bisa dapat di buktikan. Karena seseorang yang sekolah itu belum pasti akan menjadi pintar. Apabila seseorang itu tidak melakukannya dengan cara bersunggguh – sungguh, jadi percuma saja kalau ia hanya sekolah tapi tidak mengambil makna dari belajar di sekolah tersebut.

f. Paham Positivisme

Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam "pencapaian kebenaran"-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Segala hal di luar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivisme.
Contoh sisi positivisme yaitu seseorang yang berbicara sesuai dengan realita yang terjadi. Dengan begitu di dapatkan sebuah fakta yang akan mengakuratnya penyataan seseorang tersebut.
Mungkin tidak ada sisi negativismenya.

g. Paham Naturalisme

Naturalism mempunyai arti dari kebebasan. Dengan begitu dapat disimpulkan contoh sisi positifnya yaitu seseorang dapat menggunakan haknya untuk bertindak tetapi dalam batas kewajaran. Berbeda dengan contoh  sisi negatifnya yaitu dengan paham seperti ini anak – anak utamanya dapat menyalahgunakan dengan cara mengikuti pergaulan yang kurang baik. Untuk itu, dalam paham ini diperlukan peran orang tua dalam pengawasan anak – anaknya khususnya yang sudah mengalami masa pubertas.

h. Paham Vitalisme

Vitalisme adalah suatu doktrin yang mengatakan bahwa suatu kehidupan terletak di luar dunia materi dan karenanya kedua konsep ini, kehidupan dan materi, tidak bisa saling mengintervensi. Dimana doktrin ini menghadirkan suatu konsep energi, elan vital, yang menyokong suatu kehidupan dan energi ini bisa disamakan dengan keberadaan suatu jiwa.
Sisi positive dari paham vitalisme yaitu dapat mempengaruhi seseorang untuk ikut dalam kegiatan yang bermanfaat contohnya mengajak berorganisasi di lingkungan sekitar. Untuk sisi negatifnya khususnya ada beberapa phiak yang menyalah gunakan paham ini yaitu tidak mengajak maupun mengajarkan kebaikan, terlebih menjerumuskan untuk melakukan hal yang tidak baik.

i. Paham Idealisme

Idealime adalah sebuah istilah yang digunakan pertama kali dalam dunia filsafat oleh Leibniz pada awal abad 18. ia menerapkan istilah ini pada pemikiran Plato, seraya memperlawankan dengan materialisme Epikuros. Istilah Idealisme adalah aliran filsafat yang memandang yang mental dan ideasional sebagai kunci ke hakikat realitas. Dari abad 17 sampai permulaan abad 20 istilah ini banyak dipakai dalam pengklarifikasian filsafat.
Sisi positifnya yaitu memuncul ide yang positif untuk sesuatu yang bersifat realita. Misalkan membuat suatu tugas dengan menuliskan beberapa peristiwa dengan konsep yang menarik dan juga sesuai dengan realita.
Sisi negatifnya yaitu juga dapat memunculkan ide yang tidak sesuai yang di lakukan oleh beberapa orang yang melebih – lebihkan.

j. Paham Marxisme

Berdasarkan “Dialectical Materialsme” yaitu segala sesuatu yang ada dikuasai oleh keadaan material dan keadaan material pun juga harus mengikuti jalan dialektikal itu. Aliran ini memegang motto “segala sesuatu jalan dapatlah dibenarkan asalkan saja jalan dapat ditempuh untuk mencapai sesuatu tujuan”. Jadi apapun dapat dipandang baik asalkan dapat menyampaikan/menghantar kepada tujuan
Contoh dari sisi kebaikan yaitu misalkan ada beberapa tugas yang di haruskan mencari referensi dari beberapa buku, namun hal itu sekarang sangatlah sulit terlebih kondisi teknologi yang semakin canggih. Maka dari itu seseorang itu dapat menempuh mencari informasi tersebut melalui dunia maya.
Contoh dari sisi keburukan yaitu tujuannya memang baik namun ia melakukannya dengan cara membohongi seseorang.

k. Paham Komunis

Komunisme adalah sebuah ideologi. Penganut paham ini berasal dari Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah manifesto politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848 teori mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas (sejarah dan masa kini) dan ekonomi kesejahteraan yang kemudian pernah menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia politik.
Komunisme atau Marxisme adalah ideologi dasar yang umumnya digunakan oleh partai komunis di seluruh dunia. sedangkan komunis internasional merupakan racikan ideologi ini berasal dari pemikiran Lenin sehingga dapat pula disebut "Marxisme-Leninisme".
Karena komunisme dapat di katakana dengan marxisme maka kurang lebih contoh dari komunisme dapat sama dengan marxisme.

sumber:
Id.wikipedia.org
http://yahya29zulkarnain.blogspot.com/2012/04/penilaian-baik-dan-buruk-dari-berbagai.html
http://wm-site.com/opini/apa-itu-idealisme
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/12/30/pragmatisme-pola-pikir-yang-menghalangi-kita-mengerti-arti-hidup-623811.html
https://serbasejarah.wordpress.com/2009/08/13/paham-kekuasaan-sunda/
http://pengertiane.blogspot.com/2015/03/pengertian-paham-naturalisme.html
http://islamdiaries.tumblr.com/post/5216149119/apa-sih-sekulerisme-pluralisme-dan-liberalisme
http://cyberlawncrime.blogspot.com/2013/03/pengertian-etika-kode-etik-dan-fungsi.html

2. Tuliskan kode etik dan profesi tertentu (contoh 1 profesi dan kode etiknya).

Kode Etik Profesi Guru Agama :

Kode Etik guru adalah norma dan etika yang mengikat perilaku guru dalam pelaksanaan tugas keprofesionalan. Dengan adanya kode etik guru seorang guru atau pendidik  harus mengikuti norma-norma, kaidah-kaidah yang telah ada. Sehingga para guru tidak bertindak sesuka hati mereka melainkan melakukan perbuatan yang mencerminkan profesionalisme seorang guru.
  
Kode Etik Guru PAK adalah norma dan asas yang disepakati dan diterima oleh guru-guru PAK di Indonesia. Sebagai pedoman sikap dan perilaku dalam melaksanakan tugas profesi sebagai pendidik, anggota masyarakat dan warga negara.
  
10 Kode Etik guru PAK:
a. Jangan ada padamu kesenanganmu sendiri sebelum tugasmu selesai.
b. Jangan membuat bagimu rencana pribadi yang kurang penting sehingga kamu meninggalkan tugasmu pada harimu mengajar. Jangan menyembah sujud pada hiburan yang tidak senonoh atau beribadah dengan kelakuan yang kurang memberi teladan yang baik.
c. Jangan menunaikan tugasmu dengan sembarangan, sebab Tuhan akan memandang bersalah orang yang mengajarkan Firman-Nya dengan sembarangan.
d. Ingatlah dan laksanakanlah tugasmu; enam hari lamanya engkau akan mempersiapkan diri, tetapi jangan melakukan persiapan yang tergesa-gesa pada pagi hari sebelum mengajar.
e.     Hormatilah panggilanmu dan tugasmu, supaya berlanjut pelayananmu dengan sukacita.
f.  Jangan membunuh minat dan potensi murid-muridmu dengan kehadiran yang tidak teratur atau persiapan yang tidak pantas.
g. Jangan mencemarkan kesucian imanmu dalam firman Allah, baik melalui tutur kata atau tingkah lakumu.
h. Jangan mencuri waktu belajar murid-muridmu sendiri, ataupun ketenangan kelas-kelas lain, dengan datang terlambat.
i.   Jangan mengucapkan saksi dusta, yaitu dengan lalai mempraktikan apa yang kau ajarkan.
j.    Jangan mengingini hasil yang dangkal, melainkan hasil yang berarti melalui doa, kasih dan usaha yang sungguh-sungguh.

Alasan mengapa guru harus memahami kode etik adalah guru merupakan sebuah profesi, Setiap profesi tidak dapat dikatakan professional jika tidak dilakukan berdasarkan kaidah-kaidah dan standar yang berlaku dalam profesi tersebut. Kode etik merupakan standar operasional prosedur (SOP) dalam sebuah profesi. Jadi seorang guru harus memahami kode etik guru untuk menunjang profesinya. Apabila seorang guru berbuat seperti preman pasar tentu akan merusak profesinya sebagai guru di dalam dunia pendidikan dan di mata masyarakat dan guru tersebut tidak bisa dikatakan sebagai guru yang professional.
  
Dalam dunia kerja etika sangat diperlukan sebagai landasan perilaku kerja
dari para pekerja. Etika kerja biasanya dirumuskan atas kesepakatan para
pendukung pekerjaan itu dengan mengacu pada sumber – sumber nilai moral
tersebut diatas. Rumusan etika kerja yang disepakati bersama itu disebut sebagai kode etik. Jadi kode etik sangat berhubungan erat dengan keberhasilan seorang guru dalam tugas sebagai guru PAK.

A.    Sumber referensi :

Alwi, Hasan.  Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga, (Jakarta : Balai Pustaka), 2005.
Kunandar, Guru Profesional, (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada),2007.
Homrighusen, Pendidikan Agama Kristen, (Jakarta : BPK Gunung Mulia), 1994. 
Ismail, Andar. Ajarlah Mereka Melakukan, (Jakrta : BPK Gunung Mulia),  2000.
Elia Tambunan, PAK dalam Masyarakat Multikultural, (Yogyakarta: Ilumination Publising), 2011.
www.pendiskemenag.go.id
www.mgmppak.blogspot.com
www.edukasikompasiana.com
www.pjjpgsd.go.id
www.sarjanaku.com

Selasa, 20 Januari 2015

Tulisan Perkembangan Telematika Di Indonesia

(PERKEMBANGAN TELEMATIKA DI INDONESIA)
PERKEMBANGAN TELEMATIKA DI INDONESIA

Di Indonesia, perkembangan telematika masih tertinggal apabila dibandingkan dengan negara lain. Cina misalnya, kini sudah dapat mengungguli Indonesia dalam hal aplikasi komputer dan internet, begitupula Singapura, Malaysia, dan India yang jauh meninggalkan Indonesia. Tampaknya masalah political willpemerintah yang belum serius, serta belum beresnya aturan fundamental adalah penyebab kekurangan tersebut. Contoh nyatanya ialah penutupan situs porno dan situs yang menyajikan film fitnah menyusul dengan disetujuinya Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik pada medio 2007 dan awal tahun 2008, oleh Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo).

Keadaan ini merupakan realitas objektif yang terjadi di Indonesia sekarang, tidak termasuk wilayah yang belum tersentuh teknologi telematika, semisal Indonesia Timur yang masih terbatas pasokan listrik. Amat mungkin, beberapa bagian dari wilayah tersebut belum mengenal telematika.

Di Indonesia, perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat, yaitu:



2. Periode pengenalan
Periode Pengenalan berawal pada tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. Hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan pada tahun yang sama, beroperasi ISP komersil pertama, yaitu INDOnet. Dua tahun keterbukaan informasi ini, salahsatu dampaknya adalah mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televisi swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996. Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televise internasional – tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998. Masa krisis ekonomi ternyata menggairahkan telematika di Indonesia. Sementara itu, kapasitas hardware mengalami peningkatan, ragam teknologi software terus menghasilkan yang baru, dan juga dilanjutkan mulai bergairahnya usaha pelayanan komunikasi (wartel), rental computer, dan warnet (warung internet). Kebutuhan informasi yang cepat dan tanggap dalam menyongsong tahun 2000.

3. Periode aplikasi
Periode Aplikasi Reformasi pada tahun 2000 banyak disalah artikan, gejala yang serba bebas, seakan tanpa aturan. Pembajakan software, Hp illegal, perkembangan teknologi computer, internet, dan alat komunikasi lainnya, dapat dengan mudah diperoleh, bahkan dipinggir jalan atau kios-kios kecil. Tentunya, dengan harga murah. Keterjangkauan secara financial yang ditawarkan, dan gairah dunia digital di era millenium ini, bukan hanya mampu memperkenalkannya kepada masyarakat luas, akan tetapi juga mulai dilaksanakan dan diaplikasikan. Di pihak lain, semuanya itu dapat berlangsung lancar dengan tersedianya sarana transportasi, kota-kota yang saling terhubung, dan industri telematika dalam negeri yang terus berkembang. Awal era millenium pemerintah Indonesia serius menaggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik. Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2001 tentang Pendayagunaan Telematika. Dalam bidang yang sama, khususnya terkait dengan pengaturan dan pelaksanaan mengenai bidang usaha yang bergerak di sector telematika, diatur oleh Direktorat Jendral Aplikasi Telematika (Dirjen Aptel) yang kedudukannya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.

Teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Muatannya yang mencapai 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televisi, dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada café dan kampus tertentu internet dapat diakses dengan mudah dan gratis. Terkait dengan hal tersebut, Depkominfo mencatat bahwa sepanjang tahun 2007 yang lalu, Indonesia telah mengalami pertumbuhan 48% persen terutama di sektor sellular yang mencapai 51% dan FWA yang mencapai 78% dari tahun sebelumnya. Selain itu, tingkat kepemilikan komputer pada masyarakat juga mengalami pertumbuhan sangat signifikan, mencapai 38.5 persen. Sedangkan angka pengguna Internet mencapai jumlah 2 juta pemakai atau naik sebesar 23 persen dibanding tahun 2006. Tahun 2008 ini diharapkan bisa mencapai angka pengguna 2,5 juta.

Perkembangan Telematika di Indonesia mengalami peningkatan, sejalan dengan inovasi teknologi yang terjadi. Prospek ke masa depan, telematika di Indonesia memiliki potensi yang tinggi, baik itu untuk kemajuan bangsa, maupun pemberdayaan sumber daya manusianya. Dukungan politik pemerintah dengan berbagai kebijakannya, harus lebih dapat menggairahkan telematika di Indonesia, dan tentunya industri, serta pengaruh luar negeri mengambil peranan penting disamping ketertarikan masyarakat yang membutuhkannya.

Perkembangan Telematika Sebelum dan Sesudah Internet Muncul

· Peristiwa proklamasi 1945 membawa perubahan yang bagi masyarakat Indonesia, dan sekaligus menempatkannya pada situasi krisis jati diri. Krisis ini terjadi karena Indonesia sebagai sebuah negara belum memiliki perangkat sosial, hukum, dan tradisi yang mapan. Situasi itu menjadi ‘bahan bakar’ bagi upaya-upaya pembangunan karakter bangsa di tahun 50-an dan 60-an. Di awal 70-an, ketika kepemimpinan soeharto, orientasi pembangunan bangsa digeser ke arah ekonomi, sementara proses – proses yang dirintis sejak tahun 50-an belum mencapai tingkat kematangan.
· Dalam latar belakang sosial demikianlah telekomunikasi dan informasi, mulai dari radio, telegrap, dan telepon, televise, satelit telekomunikasi, hingga ke internet dan perangkat multimedia tampil dan berkembang di Indonesia. Perkembangan telematika penulis bagi menjadi 2 masa yaitu masa sebelum atau pra satelit dan masa satelit.
· Di periode pra satelit (sebelum tahun 1976), perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia masih terbatas pada bidang telepon dan radio. Radio Republik Indonesia (RRI) lahir dengan di dorong oleh kebutuhan yang mendesak akan adanya alat perjuangan di masa revolusi kemerdekaan tahun 1945, dengan menggunakan perangkat keras seadanya. Dalam situasi demikian ini para pendiri RRI melangsungkan pertemuan pada tanggal 11 September 1945 untuk merumuskan jati diri keberadaan RRI sebagai sarana komunikasi antara pemerintah dengan rakyat, dan antara rakyat dengan rakyat.Sedangkan telepon pada masa itu tidak terlalu penting sehingga anggaran pemerintah untuk membangun telekomunikasipun masih kecil jumlahnya. Saat itu, telepon dikelola oleh PTT (Perusahaan Telepon dan Telegrap) saja. Sampai pergantian rezim dari Orla ke Orba di tahun 1965, RRI merupakan operator tunggal siaran radio di Indonesia. Setelah itu bermunculan radio – radio siaran swasta. Lima tahun kemudian muncul PPNO. 55 tahun 1970 yang mengatur tentang radio siaran non pemerintah.Periode awal tahun 1960-an merupakan masa suram bagi pertelekomunikasian Indonesia, para ahli teknologi masih menggeluti teknologi sederhana dan “kuno”. Misalnya saja, PTT masih menggunakan sentral-sentral telepon yang manual, teknik radio High Frequency ataupun saluran kawat terbuka (Open Were Lines). Pada masa itu, banyak negara pemberi dana untuk Indonesia – termasuk pendana untuk pengembangan telekomunikasi, menghentikan bantuannya. Hal itu karena semakin memburuknya situasi dan kondisi ekonomi dan politi di Indonesia.
· Tercatat bahwa pada masa 1960-1967, hanya Jerman saja yang masih bersikap setia dan menaruh perhatian besar pada bidang telekomunikasi Indonesia, dan menyediakan dana walau di masa-masa sulit sekalipun. Ketika itu pengembangan telekomunikasi masih difokuskan pada pengadaan sentra telepon, baik untuk komunikasi lokal maupun jarak jauh, dan jaringan kabel. Indonesia saat itu belum memiliki satelit. Sentral telepon beserta perlengkapan hubungan jarak jauh ini diperoleh dari Jerman. Pada saat itu, Indonesia hanya dapat membeli produk yang sama, dari perusahaan yang sama, yakni Perusahaan Jerman. Tidak ada pilihan lain bagi Indonesia.
· Keleluasaan barulah bisa dirasakan setelah di tahun 1967/1968 mengalir pinjaman-pinjaman ke Indonesia, baik bilateral ataupun pinjaman multilateral dari Bank Dunia, melalui pinjaman yang disepakati IGGI. Akan tetapi, pada masa inipun inovasi dalam pemfungsian teknologi telekomunikasi masih belum berkembang dengan baik di negeri ini. Peda dasarnya kita memberi dan memakai perlengkapan seperti switches, cables, carries yang sudah lazim kita pakai sebelumnya.
· Badan penyiaran televisi lahir tahun 1962 sebelum adanya satelit yang semula hanya dimaksudkan sebagai perlengkapan bagi penyelenggara Asian Games IV di Jakarta. Siaran percobaan pertama kali terjadi pada 17 Agustus 1962 yang menyiarkan upacara peringatan kemerdekaan RI dari Istana Merdeka melalui microwave. Dan pada tanggal 24 Agustus 1962, TVRI bisa menyiarkan upacara pembukaan Asian Games, dan tanggal itu dinyatakan sebagai hari jadi TVRI.
· Terdorong oleh inovasi, akhirnya pada tanggal 14 November 1962 untuk pertama kalinya TVRI memberanikan diri melakukan siaran langsung dari studio yang berukuran 9×11 meter dan tanpa akustik yang memadai. Acaranya terbatas, hanya berupa permainan piano tunggal oleh B.J. Supriadi dengan pengaruh acara Alex Leo.
· Lebih setahun setelah siaran pertama, barulah keberadaan TVRI dijelaskan dengan pembentukan Yayasan TVRI melalui Keppres No. 215/1963 tertanggal 20 oktober 1963. Antara lain disebutkan bahwa TVRI menjadi alat hubungan masyarakat (mass communication media) dalam pembangunan mental/spiritual dan fisik daripada Bangsa dan Negara Indonesia serta pembentukan manusia sosialis Indonesia pada khususnya. Sampai tahun 1989, TVRI merupakan operator tunggal di bidang penyiaran televise. Jadi sebelum satelit palapa mengorbit, Indonesia hanya mengenal telekomunikasi yang bersifat terestrial, yakni yang jangkauannya masih dibatasi oleh lautan. Telekomunikasi seperti ini tidak bisa menjangkau pulau-pulau kecuali melalui penggunaan SKKL (Saluran Komunikasi Kabel Laut) yang mahal dan sulit dipergunakan.
· Gagasan tentang peluncuran satelit bagi telekomunikasi domestik di Indonesia bisa ditelusuri asal muasalnya dari sebuah konferensi di Janewa tahun 1971 yang disebut WARCST (World Administrative Radio Confrence on Space Telecomunication).
· Pada konferensi itu di tampilkan pila pameran dari perusahaan raksasa pesawat terbang Hughes. Perusahaan inilah yang mengusulkan ide pemanfaatan satelit bagi kepentingan domestik Indonesia. Hal tersebut disambut oleh Suhardjono yang berlatar belakang militer dan membawa masalah satelit itu sampai ke Presiden RI. Selain pertimbangan kelayakan ekonomi dan teknis, sejarah peluncuran satelit ini juga diwarnai oleh kepentingan politik dimana hubungan antara Indonesia dengan negara- negara lain sudah mulai bersahabat. Di sisi lain, satelit memungkinkan penyebaran luas ideologi negara ke masyarakat luas melalui TV, satelit juga menguntungkan secara ekonomi.
· Komunikasi tentang cara-cara menggali sumber daya alam dapat berlangsung dengan mudah. Ini berlaku untuk kasus tembaga pura (Freeport) dan di Dili. Peluncuran satelit Palapa di Cape Canaveral, Florida, bulan Agustus 1976 pada panel peluncuran terdapat 3 orang Indonesia dan perwakilan dari perusahaan NASA dan Hughes.

· Kejadian ini diresmikan juga melalui pidato kenegaraan oleh presiden Soeharto di Jakarta, tanggal 16 Agustus 1976. ini merupakan satu- satunya proyek teknologi yang mendapat tempat terhormat di gedung Parlemen. Namun peluncuran satelit itu merupakan kebijakan nasional yang gagasan awalnya dicetuskan oleh pemerintah. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa Indonesia pernah mengalami ancaman perpecahan. Untuk mempersatukan tanah air yang sangat luas ini diperlukan sarana perhubungan yang mencakup seluruh wilayah nusantara. Proses kelahiran satelit ini hanya melibatkan sedikit teknokrat dan teknolog yang berpihak pada kepentingan Orba.

Trend Telematika Kedepan
Seiring berkembangnya kemajuan teknologi yang semakin pesat, mengharuskan masyarakat untuk bisa mengikuti perkembangan teknologi yang telah ada. Mengenai trend ke depan Telematika, itu merupakan kebebasan individu untuk mengembangkan dan menjadikannya sebagai suatu trend (walau sesaat) di dalam masyrakat. Yang pasti dalam proses perkembangannya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan tidak melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat. Sehingga tidak merugikan pihak lain dan tidak menguntungkan diri sendiri (egois). Sehingga trend ke depan telematika dapat menjadi suatu trend yang dapat diterima dan dinikmati oleh seluruh masyarakat, baik dari kalangan atas maupun dari kalangan bawah.

Sumber:
 http://id.wikipedia.org/wiki/Telematika
http://aprilliarad.blogspot.com/2014/10/tulisan-perkembangan-telematika-di.html
http://davidsupernatanailg.blogspot.com/2015/01/perkembangan-telematika-tulisan.html


Kamis, 01 Januari 2015

tulisan dengan tema "indonesiaku "

Memang manis manis gula gula
Begitu juga negeri kita tercinta
Banyak suku suku dan budaya
Ada Jawa Sumatera sampai Papua


Semuanya ada di sini
Hidup rukun damai berseri seri

Ragam umat umat agamanya
Ada Islam ada Kristen Hindu Buddha

Semuanya ada di sini
Bersatu di Bhinneka Tunggal Ika

Indonesia negara kita tercinta
Kita semua wajib menjaganya
Jangan sampai kita terpecah belah
Oleh pihak lainnya

Pancasila dasar negara kita
Dengan UUD empat limanya

Jangan sampai kita diadu domba
Oleh bangsa lainnya